Cara Tes Keyboard Laptop Normal atau Rusak Online

Keyboard yang tidak berfungsi bisa jadi merupakan tanda kerusakan pada keyboard. Sebab kerusakan keyboard bisa disebabkan oleh banyak faktor diantaranya faktor pemakaian dan umur.

Keyboard yang tidak digunakan (Laptop mati) dalam waktu yang lama juga bisa menyebabkan keyboard laptop tidak berfungsi. Bisa beberapa tombol saja atau bahkan semua.

Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana mengetes keyboard laptop dengan menggunakan tools atau alat yang tersedia secara online di internet agar anda bisa mengetes fungsi keyboard anda sendiri.

Cara mengecek fungsi tombol pada keyboard laptop online


  1. Search google dengan kata kunci "key test online"
  2. Pada halaman pertama akan muncul beberapa web penyedia key-test online. Kali ini saya menggunakan en.key-test.ru namun anda juga bisa memilih tools lainnya.
  3. Buka alamat tersebut dan akan tampil denah keyboard seperti gambar.
  4. Tekan seluruh tombol di laptop anda secara berurutan. Lihat apakah ada tombol yang tidak berubah warna. Tombol yang tidak berfungsi tidak akan berubah warna. Sementara tombol yang berfungsi normal akan berubah warna saat ditekan dan akan kembali ke warna semula saat tombol tidak lagi ditekan.
  5. Jika ada maka tombol tersebut bermasalah dan harus diservis.


Itulah cara mengetes atau mengecek fungsi tombol pada keyboard laptop secara online. Jika anda kurang pas dengan tools yang tersedia secara online, anda juga bisa mengetesnya dengan software cek keyboard yang bisa anda download.

Pengertian Booting dan Jenisnya

sumber : pixabay.com
Pengertian Booting dan Jenisnya - Dalam mengenal dunia komputer pasti anda sudah tidak asing lagi dengan istilah booting. Menurut wikipedia indonesia booting adalah proses awal menyalakan komputer saat semua register prosesor diatur kosong, dan status mikroprosesor/prosesor diatur tata ulang. Sederhananya booting merupakan proses awal yang terjadi pada saat komputer pertama kali dihidupkan. 

Dalam pelajaran TKJ yang sudah saya pelajari booting bisa diartikan sebagai rangkaian proses menghidupkan maupun mematikan komputer hingga komputer siap untuk digunakan. Definisi tersebut saya simpulkan karena keluarnya pertanyaan tentang definisi hardboot dan softboot yang juga akan dibahas pada artikel ini.

Proses booting sangat berkaitan dengan BIOS (Basic Input Output System) yaitu sebuah program yang tertanam pada komputer sebagai pendeteksi atau berfungsi untuk memberi informasi tentang keadaan komputer saat pertama kali dihidupkan. BIOS melakukan POST (Power On Self Test) untuk mengetahui berbagai keadaan hardware apakah siap untuk menjalankan sistem operasi.

Dalam proses POST, BIOS akan memberi pesan-pesan berupa kode beep ataupun pesan kesalahan apabila komputer memiliki kesalahan pada hardware maupun sistemnya.

Booting terdiri dari 3 tahap yaitu : 

  • pengambil alihan komputer oleh BIOS,
  • berjalannya proses POST, dan
  • pengambil alihan komputer oleh sistem operasi.
Perincian tahapan proses booting adalah sebagai berikut : 
  1. Saat tombol power ditekan maka komputer akan hidup dalam kondisi memori yang masih kosong karena belum ada perintah untuk diproses oleh CPU. User belum perlu untuk memasukan perintah atau instruksi karena CPU sudah dirancang untuk menemukan alamat tertentu di BIOS. Pada proses inilah BIOS akan berjalan.
  2. Setelah BIOS berjalan maka secara otomatis BIOS akan mengambil alih sistem operasi komputer untuk sementara untuk kemudian dilakukan pengecekan sistem maupun hardware yang terpasang. Proses inilah yang disebut POST (Power On Self Test). Pada proses ini BIOS akan mendiagnosa berbagai harware yang terpasang untuk kemudian diberikan kode atau pesan kesalahan apabila memang ada kesalahan di hardware yang terpasang.
  3. Setelah itu BIOS akan menjalankan kartu grafis BIOS dan juga ROM untuk dicek. Apabila semua proses sebelumnya sudah dilakukan selanjutnya BIOS akan memanggil sistem operasi yang ada pada perangkat booting. Sistem operasi tersebut akan dimuat dalam memori dan segera mengeksekusinya atau menjalankannya. Pada saat sistem operasi mengambil alih komputer maka saat itulah komputer bisa digunakan untuk menjalankan berbagai aplikasi yang diinginkan.

Jenis-jenis booting

Pada dasarnya hanya ada 2 jenis booting yaitu coldboot dan warmboot. Namun dengan perkembangannya ada 3 jenis lagi yang termasik dalam jenis-jenis booting. Berikut ini penjelasan jenis-jenis booting tersebut.

Cold Boot

Cold boot adalah booting atau proses menghidupkan komputer yang terjadi pada saat komputer dalam keadaan belum dialiri arus listrik. Cold boot terjadi saat user menghidupkan komputer degnan menekan tombol power. Proses cold boot akan mereset memori sehingga memori akan kosong dengan cache sehingga ruang pada memori akan kosong dan proses pada komputer berjalan lebih cepat seperti yang dijelaskan pada artikel Mengatasi Komputer Lambat atau Lemot.

Warm Boot

Warm boot merupakan proses menghidupkan komputer yang terjadi pada saat komputer masih dialiri arus listrik kembali atau listrik dimatikan hanya sebentar. Warm boot ini biasa dilakukan dengan menekan tombol reset pada CPU sehingga komputer akan menjalankan ulang sistemnya. Warm boot bermanfaat untuk pengaktifan ulang komputer karena crash atau hang.

Soft Boot

Soft boot adalah proses menghidupkan komputer yang dikendalikan melalui atau oleh sistem. Bisa juga diartikan soft boot adalah menghidupkan atau mematikan komputer dengan sesuai prosedur yang ada. Soft boot lebih bisa dikaitkan dengan mematikan komputer karena proses mematikan komputer memang bisa berjalan dengan paksa ataupun sesuai prosedur.
Cara mematikan komputer sesuai prosedur :
Tutuplah semua program yang sedang dipakai atau berjalan, Matikan komputer dengan menekan tombol shutdown pada menu start button. Tunggu hingga komputer mati atau kipas prosesor tidak berputar lagi. Cabut kabel power dari stop kontak

Hard Boot

Hard boot merupakan proses mematikan komputer yang dilakukan secara paksa dengan menekan tombol power beberapa saat hingga komputer mati total. Hard boot biasa terjadi saat user tidak sabar menunggu matinya komputer atau karena terjadi hang pada komputer. Proses hard boot sangat tidak baik dan tidak disarankan untuk komputer karena berpotensi untuk merusak memori dan harddisk. 

Reboot

Reboot adalah proses mengulang kembali sistem komputer dari awal. Reboot dilakukan dikarenakan beberapa hal, misalnya karena terjadi crash aplikasi atau sistem operasi sehingga tidak ada pilihan lain selain menekan tombol reboot atau restart. Reboot bisa dimasukkan kedalam warmboot.

Sekian mengenai pembahasan Pengertian Booting dan Jenisnya. Semoga bermanfaat.

Perbedaan RAM dan ROM


Perbedaan RAM dan ROM - RAM dan ROM merupakan jenis perangkat keras yang sering kita dengar. Sekilas memang kedua perangkat tersebut terdengar sama, namun RAM dan ROM memiliki beberapa perbedaan jika dilihat dari beberapa aspek.

Pengertian ROM

sumber : pixabay.com
Read Only Memory, atau ROM adalah bentuk penyimpanan data di komputer dan perangkat elektronik lainnya yang tidak dapat dengan mudah diubah atau diprogram. ROM bersifat non-volatile yang artinya data di dalam ROM tidak akan hilang walaupun saat tidak dialiri daya listrik. ROM memiliki banyak bentuk tergantung dari pembuatnya.

Pengertian RAM

sumber : pixabay.com
Random-access memory, atau RAM adalah bentuk penyimpanan data yang dapat diakses secara acak setiap saat. RAM disebut juga sebagai memori volatile yang data di dalamnya akan hilang ketika listrik dimatikan. Kapasitas RAM diukur dalam megabyte sementara kecepatan diukur dalam nanodetik. Chip RAM dapat membaca data lebih cepat dari ROM.


Perbandingan antara chip ROM dan RAM adalah sebagai berikut:

  • Sebuah chip ROM digunakan terutama dalam proses start up komputer, sedangkan chip RAM yang digunakan dalam operasi normal komputer setelah memulai dan loading sistem operasi selesai.
  • Penulisan data ke chip ROM prosesnya lebih lambat daripada penulisan data ke chip RAM.
  • Sebuah chip RAM dapat menyimpan beberapa gigabyte (GB) data, yaitu mencapai 16 GB atau lebih per chip. Sementara sebuah chip ROM biasanya hanya dapat menyimpan beberapa megabyte data, yaitu mencapai 4 MB atau lebih per chip.

ROM pada komputer


Contoh dari ROM di komputer adalah BIOS komputer. Chip PROM yang menyimpan pemrograman yang diperlukan untuk memulai proses komputer dari awal. Menggunakan penyimpanan non-volatile adalah satu-satunya cara untuk memulai proses start up untuk komputer dan perangkat lain yang menggunakan proses start up serupa. 

Chip ROM juga digunakan dalam katrid game, seperti Nintendo, Game Boy, Sega Genesis, dan lain sebagainya. Kartrid permainan menyimpan pemrograman game pada sebuah chip ROM yang dibaca oleh konsol permainan ketika katrid dimasukkan ke dalam konsol.

RAM pada Komputer

Chip RAM juga digunakan dalam komputer serta perangkat lain untuk menyimpan informasi dan menjalankan program di komputer karena RAM merupakan jenis memori tercepat dalam suatu rangkaian komputer. 

Sebagai contoh, browser yang kamu gunakan untuk membaca halaman ini telah dimuat ke memori dan berjalan dari memori. Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap informasi yang tersimpan dalam chip RAM akan hilang jika komputer dimatikan atau kehilangan daya.

Jenis-jenis ROM dan RAM

RAM terbagi menjadi dua jenis yaitu SRAM (Static Random Access Memory) dan DRAM (Dynamic Random Access Memory). DRAM merupakan jenis yang paling umum ditemui karena biasa dijual dalam paket komputer standar.
Perlu diketahui bahwa kecepatan SRAM lebih cepat daripada DRAM dikarenakan DRAM mememerlukan refresh hingga ribuan kali dengan kecepatan 60 nanodetik, sementara SRAM hanya memerlukan 10 nanodetik.
ROM memiliki jenis-jenis seperti PROM yang diproduksi sebagai memori kosong. Yang termasik PROM adalah CD-ROM, EPROM, dan EEPROM. 
Pada PROM, proses pengisian data ditulis secara elektris. Sedangkan EPROM dapat menyimpan data dalam waktu yang lama. Selain itu proses pengisian EEPROM dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menghapus data yang ada sebelumnya.
Sekian artikel kali ini mengenai Perbedaan RAM dan ROM. Semoga bermanfaat. Terimakasih kunjungannya.

Pengertian Jenis dan Fungsi Hardware

Pengertian Jenis dan Fungsi HardwareHardware (perangkat keras) merupakan alat yang memiliki dimensi, dapat dilihat, dirasa, dan disentuh. Dalam dunia komputer hardware adalah semua perangkat keras yang mendukung sebuah komputer untuk dapat beroperasi dan berfungsi dengan baik.


Hardware utama atau minimal untuk membangun sebuah komputer terdiri atas CPU, monitor dan keyboard. Namun untuk menambah fungsi dan memudahkan input bisa ditambahkan mouse ataupun hardware lainnya.

Jenis Hardware

Hardware dibedakan menjadi 4 jenis yaitu input device, output device, processing device, dan storage device. Berikut ini penjelasan dan contoh dari masing masing hardware tersebut :

A. Input Device

Input device merupakan perangkat yang digunakan untuk memberi masukan berupa kode-kode teks, audio, maupun video yang akan diproses atau pun disimpan di komputer. Yang termasuk input device antara lain : 

  • Keyboard
Keyboard merupakan input devide utama dalam komputer. Keyboard berisikan tombol tombol yang berfungsi untuk memasukan angka, huruf, maupun simbol-simbol untuk diolah menjadi data maupun instruksi-instruksi.

  • Mouse
Mouse merupakan alat yang digunakan untuk menggerakkan pointer. Banyak jenis mouse yang sudah ada seperti mouse track ball, mouse laser, dan akhir-akhir ini keluar produk finger-mouse. Mouse terdiri atas sensor arah dan 2 tombol utama yang berfungsi sebagai perintah dan pilihan.
Mouse dapat melakukan perintah point (mengarahkan pointer), click, double click, dan drag.

  • Barcod Reader
Alat ini berfungsi untuk membaca barcod atau kode berupa garis hitam untuk diterjemahkan komputer. Barcod reader banyak ditemui di toko-toko untuk menentukan harga produk yang sudak disesuaikan dengan barcodnya.

  • Mikorfon
Mikrofon berfungsi sebagai alat untuk memasukan inpun berupa suara. Suara tersebut bisa disimpan dalam bentuk audio file maupun untuk diinterpretasikan ke bentuk teks.

B. Processing Device

Perangkat pemroses merupakan perangkat yang berfungsi sebagai pusat pengolahan data. Bisa dikatakan perangkat ini merupakan otaknya komputer. Perangkat yang termasuk dalam processing device adalah CPU.
CPU (Central Processing Unit) memiliki bagian-bagian sebagai berikut : 
  • Control Unit.
Bertugas mengambil alih instruksi-instruksi dari sistem memory dan menterjemahkannya. Control unit juga bertindak sebagai pengendali dan mengkoordinasikan seluruh sistem komputer dalam melakukan pengolahan data. 
Bagian dari CPU adalah : 
  • ALU (Arithmatic – Logic Unit).
Bertugas melaksanakan instruksi yang telah diterjemahkan oleh control unit serta melaksanakan operasi perhitungan dan logika.
  • Memory.
Berfungsi untuk menyimpan hasil instruksi data dan instruksi program. Sebagai tempat penyimpanan, memori mempunyai ruang-ruang penyimpanan dimana masing-masing ruangan penyimpanan tersebut mempunyai alamat sendiri yang berupa nomor –nomor yang menunjuk lokasi tertentu di memori.

C. Storage Device

Storage devise (perangkat penyimpanan) merupakan perangkat keras yang berfungsi untuk tempat penyimpana data maupun perintah. Perangkat penyimpanan ini ada yang permanen dan ada yang hanya sementara.
Komputer memiliki berbagai jenis media penyimpanan jika dilihat dari sifat, kapasitas, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah contoh hardware dan fungsinya.
  • RAM (Random Accsess Memory).
RAM merupakan perangkat yang berfungsi sebagai penyimpan sementara perintah dan data saat sebuah program dijalankan. Perintah dan data tersebut mencakup data yang akan dibaca dari harddisk, data-data yang dimasukkan melalui alat input komputer, dan juga data-data hasil pemrosesan sebuah program. Satuan ukuran kemampuan sebuah memori untuk menyimpan informasi disebut byte.
  • ROM (Read Only Memory).
ROM digunakan sebagai pennyimpanan perintah dan data-data secara tetap. Sesuai dengan namanya, komputer hanya dapat membaca data dan perintah yang terdapat di ROM. Data yang tersimpan dalam ROM tidak bisa diubah. Perintah-perintah yang disimpan didalam ROM merupakan perintah tetap yang sudah tertanam yang dibutuhkan oleh komputer.
  • HDD.
HDD (Hard Disk Drive)  merupakan serangkaian komponen yang terdiri atas disk, reader/writer, dan spindle. Harddisk merupakan media penyimpanan dengan kapasitas yang terbesar. Data dalam harddisk akan tertulis di disk atau piringan yang ada didalamnya. Pengaksesan data melalui harddisk adalah yang tercepat setelah ssd dibandingkan melalui penyimpanan data yang lainnya.
  • SSD
SSD (Solid State Drive) adalah salah satu media penyimpanan utama selain hard disk. SSD juga menjadi media penyimpanan utama selain harddish. Perbedaan SSD dengan Harddisk adalah data didalam SSD disimpan didalam chip layaknya flashdisk. Jadi bisa diibaratkan jika CD-ROM beranak Haddisk sementara flashdish beranak SSD. Kelebihan SSd dibanding HDD adalah kecepatan transfer data yang lebih tinggi dan data didalam SSD lebih awet dan aman karena data tidak disimpan di disk melainkan di chip/IC.
  • CD
CD (Compact Disk) merupakan perangkat berbentuk spiral yang berfungsi sebagai tempat data ditulis. CD dibaca menggunakan CD-ROM. CD banyak jenisnya. Ada DVD, VCD, DVD-Bluray, serta jenis yang lainnya.

D. Output Device

Output device merupakan perangkat yang berfungsi untuk menampilkan hasil data yang telah diolah oleh komputer. Data tersebut dapat berupa teks, audio, video, maupun media lain yang sesuai kebutuhan user. Contoh output device antara lain :
  • Monitor
Monitor merupakan output device yang menampilkan proses yang terjadi didalam komputer kedalam bentuk visual yang telah diterjemahkan.
  • Printer
Printer merupakan alat yang digunakan untuk mencetak file berupa teks, gambar, dan objek 3 dimensi.

  • Speaker
Speaker berfungsi untuk mengeluarkan data berupa audio yang berasal dari penyimpanan komputer maupun pesan kesalahan komputer.

Sekian untuk artikel tentang Pengertian, Jenis, dan Fungsi Hardware. Semoga bermanfaat.